Dalam mata pelajaran matematika terdapat berbagai macam bentuk bilangan yang ditemui. Mulai dari bilangan bulat, cacah, sampai pecahan. Pernahkah kalian menemui angka-angka bukan bulat yang diberi pemisah seperti koma atau garis pembagi?
Angka-angka tersebut merupakan jenis bilangan pecahan. Bilangan pecahan sendiri masih terbagi lagi menjadi tiga jenis, yaitu pecahan biasa, desimal, dan campuran.
Pada artikel ini, kita akan berfokus pada pembahasan mengenai pecahan desimal. Apa itu pecahan desimal dan bagaimana cara mengubahnya? Berikut ini penjelasannya:
Setelah angka 0 ditambahkan di belakang angka satu dan di depan hasil pembagian, maka angka 1 akan berubah menjadi 10. Artinya, angka yang dibagi kini posisinya lebih besar dari pembagi nya. 10 juga bisa dibagi dengan angka 2 yang menghasilkan angka 5. Setelah itu hasil pembagian 10 dibagi 2 itu diletakkan di belakang koma.
Pada beberapa kasus, ada angka-angka yang tidak sesederhana ½, dimana pembagian tersusunnya akan lebih panjang. Misalnya ¼.
¼ ketika didesimalkan dengan cara pembagian bersusun akan menghasilkan seperti ini:
Kemudian cari angka yang dikalikan 4 hasilnya paling mendekati angka 10. Berarti 2, karena 2 x 4 hasilnya 8. Sedangkan jika dikalikan lebih dari angka 2 hasilnya akan melebihi 10. Kemudian kurangkan angka 10 dengan angka 8. Jadi:
Setelah itu, bagikan angka 2 dengan angka 4. Karena angka 2 tidak bisa dibagi 4 maka tambahkan lagi angka 0, tetapi angka 0 ini tidak lagi ditambahkan ke hasil.
Setelah ditemukan angka 20, bagikan dengan 4 dan hasilnya akan habis, yaitu 5.
Maka ¼ bentuk desimalnya adalah 0,25 .
Kemudian cari angka yang dikalikan 3 paling mendekati angka 10, yaitu 3. Karena 3 dikali 3 sama dengan 9. Setelah itu kurangkan 10 dengan 9. Hasilnya tentunya adalah 1.
Di sinilah terjadinya pengulangan seperti pembagian awal, yaitu 1 dibagi 3. Hal yang perlu dilakukan pun juga diulang, yaitu dengan menambahkan 0 di angka 1 tetapi tidak pada hasilnya. Jadi:
Dari contoh di atas akan terus terjadi pengulangan yang tidak ada hentinya. Namun, kalian bisa berhenti melakukan operasi hitung pembagian ketika sudah tiga susun.
Artinya, bentuk desimal dari ⅓ adalah 0,333.
Pengertian Pecahan Desimal
Sebelum mengetahui cara mengubah pecahan biasa menjadi desimal, perlu kita ketahui lebih dulu apa itu pecahan biasa. Pecahan biasa adalah pecahan yang ditulis dalam bentuk asli dimana dua bilangan terdiri dari pembilang dan penyebut. Dapat dikatakan pula bahwa pecahan biasa ini adalah suatu bentuk bilangan ketika dibagi tidak menghasilkan bilangan bulat. Penyebabnya bisa jadi karena angka yang dibagi lebih kecil daripada pembagi atau angka yang dibagi lebih besar dari angka pembagi tetapi tidak bisa langsung menghasilkan bilangan bulat. Contoh: ¼ (dibaca satu per empat), ⅔ (dibaca dua per tiga), dan seterusnya. Dari contoh itu angka satu berarti pembilang dan angka empat penyebut. Pun dengan contoh ⅔ dimana 2 pembilang dan 3 adalah penyebut. Sementara itu, pecahan desimal adalah pecahan yang dituliskan dengan tanda baca koma. Pecahan desimal ini merupakan hasil hitung dari pecahan biasa. Pecahan desimal ini bentuknya dua angka atau lebih dimana angka di depan koma adalah bilangan satuan, dan angka di belakang koma adalah persepuluhan, perseratus, dst. Contoh: 0,25 (dibaca nol koma dua puluh lima), 0,5 (dibaca nol koma lima), dan seterusnya. Pada pecahan desimal, ketika menemui bentuk pecahan seperti 0,50, 0,70, atau 0,40, angka 0 yang ada di belakang bilang persepuluhan bisa dihilangkan supaya lebih sederhana, sehingga akan menjadi 0,5, 0,7, atau 0,4.
Cara Mengubah Pecahan Biasa Menjadi Desimal
-
Menggunakan Pembagian Bersusun





-
Pecahan yang Menghasilkan Desimal Berulang



-
Dengan Perkalian
-
Dengan Menggunakan Kalkulator
Operasi Hitung pada Pecahan Desimal
-
Penjumlahan
-
Pengurangan
-
Perkalian
-
Pembagian